Kawan
Halo kawan, Kita bertemu tiap hari, iya. Aku disuapi cuapanmu perihal kamu yang beginilah, kamu yang begitulah. Dari bungkus ketupat sampai bungkusan keluarga kamu ceritakan. Tapi kamu tahu? Kamu hanya menuntut. Tanpa mau memenuhi apa yang aku butuhkan. Serius, aku ga meminta kamu seperti apa yang aku lakukan. Tapi seenggaknya coba deh… coba deh dengarkan aku sebaik yang kamu mampu. Coba deh berhenti memangkas ceritaku seakan itu hanya soal roti keju yang jadi idamanmu seminggu terakhir ini, seakan itu hanya pasanganmu yang mengantar jemputmu tiap hari, seakan itu hanya tirai jatuh karena adikmu tarik kemarin sore. Mungkin, mungkin di matamu masalahku hanya sesederhana itu. Tapi tidak untuku. Ini mengakar, menusuk tembus luar dalam, mengoyak habis semua pikiran, merenggut paksa tawa dan senyuman, menyuntikan luka dan derita yang tak kunjung sirna. Serius aku ini masih manusia, bahkan aku bukan mama dedeh tempat berkeluh kesah kamu melulu yang aku juga yakin mama dedeh pun in...
Komentar
Posting Komentar